BAHAYA SUUDZDZOON DI TAHUN POLITIK 2019

Sampul Depan
A. Emil Mattotorang, 2019 - 191 halaman

Alhamdulillah, saya dapat mengumpulkan materi ceramah saya dan

menjadikannya satu buku untuk memudahkan membacanya kembali, juga untuk

berbagi, termasuk dengan anda yang sedang membaca buku ini. Satu hal yang

harus saya jelaskan, bahwa mengkonversi tulisan tulisan dari bahasa lisan ke

literer,membutuhkan waktu tersendiri. Demikian halnya ketika dia dalam bentuk

tertulis terkesan panjang untuk satu pembahasan, sekalipun sesungguhnya pada saat

penyampaian hanya bersifat pointers dan memperhitungkan waktu, secara khusus kalau

hari jum‘at yang waktunya harus disesuaikan, dibatasi.

Demikian halnya ada beberapa materi yang tercecer, termasuk ada yang terlupa

jadwal pastinya, namun dimasukkan apa adanya sekalipun tanpa keterangan waktu dan

tempat. Untuk hal ini, saya ingin menjelaskan bahwa semua yang ada dalam buku ini

materinya telah saya ke tengahkan pada kuliah kuliah subuh, qutbah jumat bahkan

ketika diundang memberi tausiah untuk ta‘siah dan untuk walimah pengantin.

Kalau kita perhatikan, ada beberapa materi disampaikan berulang di berbagai

tempat atau mesjid. Terus terang beberapa materi menyenangkan untuk diceramahkan

sehingga terjadilah yang demikian tanpa mengurangi subtansi. Demikian pula, kondisi

kemasyarakatan, pembangunan dan politik pemerintahan menjadi pertimbangan

menetapkan materi yang akan disampaikan, termasuk kondisi jama‘ah.

Saya sendiri sesungguhnya tidak terdaftar defenitif di Immim, saya berfungsi

sebagai naf, pengganti, dan tidak berupaya menjadi terdaftar, karena tanpa terdaftar

hampir tiap jumat, saya diberdayakan. Untuk itu melalui kesempatan ini saya

mengucapkan terimakasih kepada pimpinan Immim, secara khusus kepada udstaz

Syaiful yang telaten menghubungi saya.

Banyak hikmah saya peroleh menulis buku ini (kumpulan tulisan). Melalui buku

yang sedang anda baca ini, saya menyadari bahwa ternyata bacaan saya atau

pengetahuan ayat ayat saya tidak berkembang. Terdapat beberapa thema ceramah

juga menggunakan refrence ayat yang sama pada topik yang beda. Ada ayat, dua

sampai tiga kali berulang, paling tidak sepintas lalu seperti itu. Namun

kesadaran saya berikutnya ialah bahwa ayat-ayat Al-Qur‘an-lah yang prototipenya

demikian, memancar, seperti nur, masuk keselah selah berbagai pembahasan,

nyambung, kontekstual, begitu luasnya makna Al Qur‘an. Membacanya berulang

ulang, ada kenikmatantersendiri, luput mengetahui artinya secara persis–menyeluruh,

namun bisa membuat pembacanya meneteskan air mata, termasuk ketika menulis

pengantar ini, saya sedikit emosional, dan ada air mata.

 

Halaman terpilih

Istilah dan frasa umum

Tentang pengarang (2019)

Sehari hari disapa Idris Patarai dari nama lengkap Haji Muhammad Idris Patarai,

terdaftar di catatan sipil dan Badan Administrasi Kepegawaian Negara: lahir 31

Desember 1957. Sekarang tenaga fungsional dosen pada Institut Pemerintahan Dalam

Negeri (IPDN) Regional Sulawesi Selatan.

Menempuh pendidikan: S1 Sospol-Pemerintahan Universitas Hasanuddin

(1986); S2 Administrasi Pembangunan Universitas Hasanuddin (2000); S3

Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar (2010). Mengikuti training,

conference, roundtable dan Ibadah diluar negeri: (1) Mewakili pemuda Indonesia

dalam Program Pertukaran Pemuda di Jepang, The Friendship Programme

Indonesia – Japan 21th Century, Tahun 1986; (2) Safari Investor ke Thailand

dan Taiwan, The Mission Investment Taiwan and Thailand, Tahun 1997. (3).

International Conference on Eco Cities and Workshop for Esat Asia Pilot Eco Cities,

2010, in Yokohama, Japan; (4) Training of Leadership in Local Government: Discussion,

Action, Result (Dare) Conduct by: Lee Kuan Yeuw School of Public Policy and World

Bank Institute, S.Pingapure 2010.(5) Training Programme for Local Government Official

by Northen Ilinouis University –USA, 2011; (6).Wastewater TreatmentManagement in

Bangkok Thailand, 2011. (7) The 9th Biennial Conference of Asian Association of

Psychology Kunming- China,2011.(8) Training Effective Urban Infrastructure

Programme – Mayor and Exekutive Roundtable – Cities Development Iniatiati –ves

for Asia (CDI), 2012 in Singapore; dan (9) Ibadah Haji, Arab Saudi-Mekah-Madina

(2006 dan 2009), Umroh (1999)

Menikah dengan Sarminaliah (1991) dan dikaruniahi 3 (tiga) anak, masing

masing: Thathmainnul Qulub Mallagenni (sedang menempuh pendidikan dokter di

Unhas-Makassar); Muhammad Ishlah Manessa (selesai di Newcastle University- Psb,

Singapura); Tabayyun Pasinringi (menekuni cita citanya menjadi public relation, kini

studi di Fitkom Unpad-Bandung).

Sebelum di IPDN, Idris Patarai (59) pernah bekerja di Pemerintah Provinsi

Sulawesi Selatan (1988-2004) dan di Pemerintah Kota Makassar (2004-2012).

Sebelumnya pernah menjadi Anggota DPRD Bone (1992-1997)

Tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Calon Wakil Walikota

Makassar pada Pilwalkot 2013 (dinyatakan tidak terpilih).

Telah menulis beberapa buku. Terbaru (2016): (l) Desentralisasi Pemerintahan

dalam Perspektif Pembangunan Politik di Indonesia, (2) Birokrasi, Akuntabilitas dan

Kinerja, Sebuah Refleksi (editor) dan (3) Perencanaan Pembangunan Daerah (sebuah

pengantar), dan (4) Berpikir Berbeda Memilih Ahok.‖

Informasi bibliografi